Apa itu MikroTik? 10 Cara Belajar Cepat Networking untuk Pemula yang Ampuh!
Pernah nggak sih kamu lagi nongkrong di warnet atau kantor, terus lihat kotak kecil warna putih nempel di dinding deket router, dan tulisannya “MikroTik”? Terus kamu mikir, ini benda apaan sih, kok kayak penting banget sampai dipajang rapi gitu.
Tenang, kamu nggak sendirian kok. Banyak banget orang yang penasaran apa itu mikrotik tapi males nanya karena takut dianggap kurang gaul soal teknologi.
Padahal, ngerti apa itu mikrotik itu sebenarnya nggak seserem yang dibayangkan. Yuk kita bedah bareng-bareng dari nol, santai aja kayak lagi ngopi sambil rebahan.
- Contoh Gambar 1: Foto perangkat RouterBOARD MikroTik berwarna putih terpasang di dinding kantor, menampilkan port ethernet dan indikator lampu LED.

Jadi, Apa Itu MikroTik Sebenarnya?
Oke, jawaban paling sederhananya gini. Apa itu mikrotik? MikroTik itu nama perusahaan asal Latvia yang bikin perangkat keras dan perangkat lunak buat ngatur jaringan internet.
Jadi bukan cuma satu barang doang ya. Apa itu mikrotik sebenarnya mencakup dua hal besar: hardware-nya (yang biasa disebut RouterBOARD) dan software-nya (yang namanya RouterOS).
Bayangin aja kayak HP kamu. Ada bodinya (hardware), ada juga sistem operasinya kayak Android atau iOS (software). Nah, MikroTik itu konsepnya mirip gitu, cuma khusus buat ngurusin jaringan.
Sejarah Singkat, Biar Nggak Cuma Modal Nama doang
Cerita apa itu mikrotik dimulai tahun 1995-an, di Latvia sana. Dua orang pendirinya, John Trully dan Arnis Riekstins, awalnya cuma pengen bikin solusi jaringan wireless yang murah buat daerah-daerah yang susah dijangkau kabel.
Waktu itu, internet cepet dan stabil masih jadi barang mewah. Jaringan kabel mahal, infrastrukturnya ribet, dan nggak semua daerah punya akses gampang.
Nah dari situ mereka mikir, “kenapa nggak bikin sistem yang bisa jalan di hardware standar tapi tetap powerful buat ngatur jaringan?” Jadilah RouterOS versi awal, yang bisa diinstall di PC biasa.
Lama-lama, karena permintaan makin banyak, MikroTik mulai bikin hardware sendiri yang udah dioptimasi khusus. Itulah cikal bakal RouterBOARD yang sekarang kita kenal.
Jadi kalau ada yang nanya apa itu mikrotik dari sisi sejarah, jawabannya simpel: ini brand yang lahir dari kebutuhan nyata, bukan sekadar gimmick marketing semata.
Kenapa MikroTik Jadi Primadona di Dunia Networking?
Sekarang, kenapa sih apa itu mikrotik ini jadi pertanyaan yang sering banget muncul di forum-forum IT? Jawabannya karena MikroTik itu terkenal murah tapi fiturnya banyak banget.
Coba bandingin sama router-router enterprise dari brand lain yang harganya bisa bikin kantong boncos. MikroTik nawarin fitur setara, tapi harganya jauh lebih ramah di dompet.
Makanya banyak banget provider internet lokal, warnet, sekolah, sampai perusahaan kecil menengah yang pakai MikroTik buat ngatur jaringan mereka. Fungsinya luas, dari sekadar bagi-bagi internet, ngatur bandwidth, sampai bikin jaringan yang aman dari lalu lintas data yang berantakan.
RouterBOARD vs RouterOS, Ini Bedanya
Nah ini bagian yang sering bikin orang bingung waktu belajar apa itu mikrotik. Banyak yang ngira RouterBOARD dan RouterOS itu barang yang sama. Padahal beda banget fungsinya.
Biar gampang, coba bayangin analogi kayak gini. RouterBOARD itu ibarat bodi mobil, sementara RouterOS itu mesin dan sistem yang bikin mobil itu bisa jalan.
RouterBOARD adalah nama untuk lini hardware atau perangkat fisik bikinan MikroTik. Ini yang bentuknya kotak-kotak putih atau hitam yang biasa kamu lihat nempel di dinding kantor atau warnet.
Sementara RouterOS itu sistem operasinya, mirip kayak Windows di laptop kamu. RouterOS inilah yang bikin si RouterBOARD punya “otak” buat ngatur jaringan, misalnya buat setting firewall, bandwidth management, sampai VPN.
Yang menarik, RouterOS ini sebenarnya bisa diinstall di PC biasa juga, nggak harus di RouterBOARD. Jadi kalau kamu punya PC lama nganggur di rumah, itu bisa disulap jadi router MikroTik sendiri, asal spesifikasinya memadai.
Tabel di bawah ini mungkin bisa bantu biar makin jelas soal perbedaan keduanya.
| Jenis | Perangkat keras (hardware) | Sistem operasi (software) |
| Contoh | hAP, RB750, CCR series | RouterOS versi 6 dan versi 7 |
| Aspek | RouterBOARD | RouterOS |
| Fungsi | Tempat komponen jaringan bekerja | Otak yang mengatur aturan jaringan |
| Bisa Dipisah? | Tidak bisa jalan tanpa OS | Bisa diinstall di PC/x86 biasa |
| Wujud | Bentuk fisik, kotak, chip | Berupa kode program, bisa diinstall |
Jadi kalau ditanya lagi apa itu mikrotik dari sudut pandang teknis, jawabannya adalah gabungan dua elemen ini yang saling melengkapi. Hardware doang tanpa software nggak akan jalan, begitu juga sebaliknya.
Fungsi MikroTik Buat Apa Aja Sih?
Biar makin lengkap ngerti apa itu mikrotik, kita bahas juga fungsinya di dunia nyata. Fungsi utamanya jelas buat manajemen jaringan, tapi cakupannya luas banget.
Beberapa fungsi paling umum dari MikroTik antara lain:
Pertama, sebagai gateway internet yang bagi-bagi koneksi dari satu sumber ke banyak perangkat. Kedua, buat manajemen bandwidth biar nggak ada satu user yang “makan” semua kuota internet kantor sendirian.
Ketiga, buat bikin jaringan VPN yang aman buat kerja remote. Keempat, sebagai firewall sederhana yang nyaring lalu lintas data yang mencurigakan.
Kelima, buat hotspot management, kayak yang biasa kamu lihat di kafe-kafe yang minta kamu login pakai voucher. Semua itu bisa diatur lewat satu perangkat MikroTik doang.
Makanya nggak heran kalau pertanyaan apa itu mikrotik sering muncul dari orang-orang yang baru masuk dunia IT support atau jaringan. Soalnya perangkat ini emang jadi semacam “pintu gerbang” wajib yang harus dikuasai.
Skema Sederhana Cara Kerja MikroTik
Biar makin kebayang, coba lihat diagram sederhana di bawah ini soal gimana MikroTik biasanya diposisikan dalam sebuah jaringan.
[ Internet ] → [ Modem ISP] → [ Mikrotik RouterBoard + RouterOS ] → [ Switch ] → [ Access Point ] → [ HP/Laptop Via WiFi]
Jadi posisinya itu kayak satpam di gerbang komplek. Internet masuk dari ISP, terus MikroTik yang ngatur siapa boleh masuk, berapa jatah bandwidthnya, sampai jalur mana yang harus dilewatin.
Kebayang kan sekarang kenapa apa itu mikrotik ini jadi komponen penting? Tanpa dia, jaringan kamu bakal kayak jalan tanpa rambu lalu lintas, isinya cuma tabrakan data doang.
10 Cara Belajar Networking dari Nol Buat Pemula
Nah, sekarang bagian yang paling ditunggu. Setelah paham apa itu mikrotik secara konsep, saatnya kita masuk ke gimana caranya belajar jaringan beneran dari nol, khusus buat kamu yang masih pemula banget.
1. Pahami Dulu Konsep Dasar Jaringan
Sebelum lompat ke MikroTik, kamu wajib ngerti dulu konsep dasar kayak apa itu IP address, subnet, sama DNS. Ini fondasi banget, ibarat belajar naik motor, kamu harus tahu dulu fungsi rem sebelum ngebut.
Jangan buru-buru pengen praktik doang. Paham teori dasar bikin kamu nggak cuma jadi “tukang klik” pas konfigurasi nanti.
2. Kenalan Sama Model OSI dan TCP/IP
Kedengarannya ribet, tapi sebenarnya ini semacam peta jalan gimana data itu ngalir dari satu perangkat ke perangkat lain. Nggak usah dihafalin mati-matian, yang penting paham alurnya aja dulu.
Analoginya kayak sistem pengiriman paket. Ada yang ngurus alamat, ada yang ngurus pengemasan, ada yang ngurus pengantaran fisiknya.
3. Instal Winbox dan Kenalan Sama Interface MikroTik
Winbox itu aplikasi resmi buat ngatur perangkat MikroTik lewat tampilan grafis, jadi nggak harus modal command line doang. Buat pemula, ini titik awal paling ramah biar nggak langsung pusing duluan.
Download dari situs resmi MikroTik, terus coba connect ke router (bisa pakai router fisik atau simulasi virtual). Dari sini kamu mulai kebayang gimana rasanya “megang” apa itu mikrotik secara langsung.
- Contoh Gambar 2: Tangkapan layar antarmuka aplikasi Winbox yang menunjukkan menu konfigurasi dasar router MikroTik.

4. Coba Setting Router Dasar Sendiri
Mulai dari yang gampang aja, kayak setting IP address, DHCP server, sama basic firewall. Nggak usah takut salah, namanya juga belajar.
Justru dari kesalahan itu kamu bakal lebih paham cara kerja sebenarnya. Anggap aja kayak belajar masak, gosong sekali dua kali itu wajar.
5. Pelajari Bandwidth Management
Ini salah satu fitur andalan MikroTik yang bikin banyak orang penasaran soal apa itu mikrotik. Coba pelajari gimana cara ngebatasin kecepatan internet per user atau per perangkat.
Fitur ini bakal sering banget kamu pakai kalau kerja di warnet, kos-kosan, atau kantor kecil. Jadi jangan lewatin bagian ini.
6. Praktik Bikin Jaringan Wireless Sederhana
Coba setting access point sendiri di rumah pakai perangkat MikroTik atau simulasi. Atur nama WiFi, password, sampai batasan user yang bisa konek.
Ini latihan yang seru banget karena hasilnya langsung kerasa. Kamu bisa lihat sendiri gimana perangkat lain konek ke jaringan buatanmu.
7. Ikuti Kursus atau Sertifikasi MTCNA
Kalau udah lumayan pede, coba deh cari kursus MikroTik Certified Network Associate (MTCNA). Ini sertifikasi resmi tingkat dasar yang diakui di industri.
Banyak lembaga training di Indonesia yang buka kelas ini, baik online maupun offline. Modal sertifikasi ini juga lumayan buat nambah portofolio kalau kamu serius mau kerja di bidang jaringan.
8. Gabung Komunitas dan Forum Jaringan
Belajar sendirian itu kadang bikin cepat nyerah kalau ketemu masalah. Makanya penting banget gabung komunitas, baik di Telegram, Facebook Group, atau forum lokal.
Di situ kamu bisa nanya, sharing pengalaman, sampai dapet insight dari orang yang udah lama berkecimpung. Banyak juga yang awalnya cuma tanya apa itu mikrotik doang, terus jadi rajin ikutan diskusi.
9. Bikin Lab Simulasi di Rumah
Nggak perlu langsung beli perangkat mahal. Kamu bisa pakai aplikasi virtualisasi kayak GNS3 atau bahkan install RouterOS di virtual machine buat latihan.
Dengan cara ini, kamu bisa eksperimen sepuasnya tanpa takut ngerusak perangkat asli. Namanya juga lab, boleh dong sesekali gagal.
10. Terus Konsisten Praktik dan Update Ilmu
Dunia jaringan itu terus berkembang, jadi jangan berhenti belajar cuma sampai paham apa itu mikrotik doang. Ikuti terus perkembangan fitur baru di RouterOS, terutama sejak muncul versi 7 yang banyak perubahan signifikan dari sisi arsitektur.
Konsistensi itu kunci utama. Sedikit-sedikit tiap hari jauh lebih efektif ketimbang belajar maraton sekali doang terus berhenti total.
Tabel Ringkasan 10 Langkah Belajar
Biar gampang diinget, ini rangkuman singkat 10 langkah tadi dalam bentuk tabel.
| No | Langkah | Fokus Utama |
| 1 | Pahami konsep dasar jaringan | IP, subnet, DNS |
| 2 | Kenalan model OSI/TCP-IP | Alur data |
| 3 | Instal Winbox | Interface grafis MikroTik |
| 4 | Setting router dasar | DHCP, firewall sederhana |
| 5 | Pelajari bandwidth management | Queue, limit kecepatan |
| 6 | Praktik jaringan wireless | Access point, SSID |
| 7 | Ikut kursus MTCNA | Sertifikasi resmi |
| 8 | Gabung komunitas | Sharing dan diskusi |
| 9 | Bikin lab simulasi | GNS3, virtual machine |
| 10 | Konsisten praktik | Update ilmu RouterOS |
Penutup: Jadi, Udah Kejawab Belum?
Nah, sekarang kalau ada temen yang nanya lagi apa itu mikrotik, kamu udah bisa jawab dengan pede. Bukan cuma sekadar “router biasa”, tapi gabungan hardware RouterBOARD dan software RouterOS yang punya fungsi luas buat manajemen jaringan.
Belajar networking emang butuh proses, nggak instan kayak bikin mie cepat saji. Tapi kalau dijalanin step by step kayak 10 langkah tadi, dijamin bakal lebih gampang dicerna dan nggak bikin pusing duluan.
Yang penting, jangan takut buat mulai praktik meskipun modalnya cuma laptop sama koneksi internet gratisan dari kampus atau kantor. Toh belajar apa itu mikrotik itu soal jam terbang, bukan soal siapa yang paling cepat hafal teori doang.
Semoga artikel ini bisa jadi titik awal buat kamu yang pengen serius terjun ke dunia networking. Selamat belajar, dan semoga jaringan kamu ke depannya nggak pernah ngadat lagi!
Untuk Dasar selanjutnya anda bisa kunjungi : https://tecotechno.com/perintah-dasar-mikrotik/

